April 27, 2005

PUTRI BATAK JADI PUTRI DAYAK

           

Pernah melihat gadis Batak berubah menjadi gadis Dayak ? Ya seperti Alya ini :)

 

Dalam rangka memperingati hari Kartini di sekolahnya, setiap anak diwajibkan mengumpulkan foto dalam busana daerah. Pppfuiih, ampun deh, repotnya mencari tempat persewaan baju adat. Tadinya aku ingin sekali menemukan baju bodo or something like that yg membuat Meine Alya looks so cute dan feminine…tapi karena tidak sempat untuk mencari ke sana ke mari, akhirnya 'cuma' baju Dayak ini yang didapat. Ternyata apa pun bajunya…, Meine Alya still looks so pretty, at least di mata ibunya doong…

 

Posted by Alya\'s Mom at 19:58:00 | Permanent Link | Comments (9) |

April 12, 2005

JUALAN INFO TERMOMETER

JANGAN MENGUKUR SUHU TUBUH ANAK DENGAN MENGANDALKAN TANGAN, GUNAKAN TERMOMETER. MENGAPA ?

....karena perabaan tangan terkadang tidak akurat. Suhu tubuh bisa meningkat bila suhu udara di luar tinggi atau ketika anak sedang bermain dg aktivitas yg tinggi. Sebaliknya, anak yg tengah mengalami dehidrasi akan teraba dingin meski suhu di dalam tubuh meningkat.

 

Macam-macam termometer :

  1. Termometer kaca dg merkuri: sangat akurat & tdk mahal, namun mencemari lingkungan bila termometer pecah. PEMAKAIAN TERMOMETER INI TDK DIANJURKAN LAGI
  2. Termometer digital : digunakan di mulut (dianjurkan utk anak > 4 th, karena lebih dpt diajak bekerja sama & tdk akan memberontak saat diukur), dimasukkan melalui anus (secara rektal) atau di ketiak. Pemakaian dengan termometer ini akurat dan aman.
  3. Termometer utk liang telinga : pemakaiannya mudah & cepat tp tdk dianjurkan untuk bayi < 3 bulan.
  4. Termometer flexible untuk ditempelkan di dahi : berbentuk lempengan plastik dan tidak akurat dalam mengukur suhu tubuh secara tepat.

 

APAPUN JENIS TERMOMETERNYA JANGAN UKUR SUHU TUBUH SEGERA SETELAH MANDI KARENA MEMPENGARUHI HASIL PENGUKURAN

 

Mengukur temperatur melalui anus (rektal):

1.       Lumasi ujung termometer dg jelly pelicin yg larut air (jangan gunakan petroleum jelly)

2.       Baringkan anak di pangkuan anda, atau di atas tempat yg rata, dan agak keras.

3.       Satu tangan memegang bagian bawah pantat anak agar tdk bergerak2. Tangan yg lain, memasukkan termometer melalui anus sejauh 1-2 cm, namun bila terasa ada tahanan, jangan masukkan > 1 cm.

4.       Termometer dikepit di antara 2 jari saat bagian tangan Anda yg lain memegang pantat anak. Tenangkan si anak dg mengajaknya bicara sambil Anda memegang termometer tsb.

5.       Tunggu sampai terdengar nada beep dan bacalah angka yg tertera.

Mengukur temperatur melalui mulut (oral):

1.       Bila anak baru saja minum/makan, tunggu 20-30 menit sebelum mengukur temperatur di dalam rongga mulut.

2.       Pastikan tidak ada makanan, permen dll di dalam mulut anak Anda.

3.       Letakkan ujung termometer di bawah lidah, minta anak untuk mengatupkan bibirnya di sekeliling termometer. Ingatkan dia utk tdk menggigit termometer/berbicara saat termometer di dalam mulutnya. Minta pula si anak untuk rileks dan bernapas biassa melalui hidung.

4.       Setelah nada beep dan bacalah angka yg tertera.

 

Mengukur temperatur di ketiak:

1.       Buka baju anak, termasuk baju di dalamnya. Ini perlu karena termometer harus menyentuh kulit, bukan baju.

2.       Taruh termometer di ketiak, lipat tangan anak, sorongkan ke dada sehingga termometer terjepit.

3.       Tunggu sampai terdengar nada beep dan bacalah angka yg tertera.

Jangan lupa membaca tgl saat pengukuran dilakukan.

 

Disarikan dari makalah PESAT 3 (artikel dari Republika, 16/5/2004, 

dr. Purnamawati, Sp Ak,MMPed)

 

Posted by Alya\'s Mom at 04:45:00 | Permanent Link | Comments (0) |

April 07, 2005

X-PRESI MEINE ALYA

   

  

Posted by Alya\'s Mom at 23:22:00 | Permanent Link | Comments (1) |

April 06, 2005

PRESTASI ALYA

                       

1. Semifinalis Lomba Foto Lucunya Bayiku 2003 Majalah Ayahbunda                          

2. Juara II Lomba Foto Happy & Fun Kids 2004 Majalah Ayahbunda

3. Model untuk advertorial Dancow/PKF Majalah Ayahbunda

            edisi no. 18,Sep 2004

4. Cover Tabloid Nakita edisi no. 243 / November 2003

5. Finalis Lomba Foto 3B Kategori Batita, 2004, Tabloid Nakita 

6. Cover Tabloid Ibu Anak edisi no. 302/Agustus 2004

 

BUKAN PRESTASI TAPI MEMORABLE : bersama Ibu jadi responden majalah Ayahbunda, dimuat di edisi no. 04, 17 Feb - 2 Mar 2005, hal 62

Posted by Alya\'s Mom at 18:55:00 | Permanent Link | Comments (1) |

April 03, 2005

AKU MAU ADEK CEWEK, BUUUU...

Belakangan ini Alya tak berhenti merengek minta adik, "Buuu, aku mau adek ceweeekkkk..." Aku & Sam selalu tersenyum mendengar permintaannya. Senyum geli sekaligus getir.

 

Kamis yg lalu majalah Ayahbunda edisi no 07/2005 terhampar didepan mataku, dan tiba2 jantungku berdetak lebih cepat saat kubaca artikel jawaban pakar ginekolog. Duh, mau tahu kau, Alya, kenapa Ibu belum bisa memberikan adik untukmu ? Ibu bacakan artikelnya ya, Cantik...

 

SYMPHIOLISIS PASCA MELAHIRKAN

 

Setahun lalu saya (29 th) melahirkan normal. Bayi saya lahir dengan BB 3,7 kg dan panjang 50 cm. Kegembiraaan paska persalinan itu sempat berubah jadi kekhawatiran ketika beberapa jam kemudian saya disuruh berjalan oleh dokter, tetapi saya tidak dapat menggerakkan kaki sama sekali. Menurut dokter, saya mengalami symphiolisis, sehingga dianjurkan beristirahat total. Sebenarnya apa itu symphiolisis dan bisakah terulang kembali pada kehamilan berikutnya ?

 

Ny. C. Magdalena, Jkt

 

Apa yg Anda alami agaknya memang symphiolisis, yaitu peregangan sendi tulang panggul yg terjadi karena proses persalinan. Keadaan ini sangat jarang terjadi, mungkin kurang dari 1%. Biasanya terjadi pada proses persalinan dengan penyulit. Misalnya bayi besar, atau karena adanya kelainan posisi kepala bayi pada saat masuk rongga panggul ibu.

 

Pada kehamilan berikutnya, bila besar janin sama atau > besar dari anak pertama, maka persalinan sebaiknya dengan cara operasi (sectio caesaria). Namun jangan terlalu khawatir, karena Anda masih mungkin melahirkan normal, asal janin kedua lebih kecil dari janin pertama dan posisinya normal. Yg perlu diperhatikan adalah, sebaiknya Anda baru hamil kembali dan melahirkan setelah sedikitnya 3 tahun persalinan anak pertama.

 

dr Lastiko Bramantyo

 

So, Alya, masa minimal 3 tahun itu buat Ibu, jatuh bulan Agustus tahun ini, bersiap terima kehadiran adik baru, ya, Sayang.... (dan doakan Ibu, kejadian yg sama tak terulang lagi untuk kedua kalinya, sungguh pahit buatku, Alya...)

Posted by Alya\'s Mom at 23:55:00 | Permanent Link | Comments (5) |